Aku ingin menggugat. Menggugat. Menggugat segala bentuk ketidakadilan. Menggugat segala macam penindasan. Penindasan penguasa pada rakyat jelatanya, penindasan kaum mayoritas terhadap para minoritas yang ada. Apa yang ada dalam tempurung kepala mereka atas segala bentuk penindasan yang mereka lakukan? Sengajakah mereka menekan kaum- kaum tak berdaya atas segala kuasa mereka? Salahkan para minoritas yang tak pernah minta dilahirkan sebagaimana mereka? Aku menggugat! Benar- benar menggugat!
Bagaimana hal semacam itu dapat terjadi justru saat persamaan hak dielu-elukan? Mengapa kita yang melihat bayi- bayi bernama kesucian diberedel perutnya hanya mampu diam dan tak berkutik? Samakah kita dengan para otokrasi yang mendewakan kekuasaan? Samakah kita dengan para algojo pembunuh hak hidup manusia??
Kawanku, bukalah mata kalian selebar- lebarnya. Berikanlah hak kepada mereka yang benar- benar berhak menerimanya. Tuntutlah hak kalian sebagaimana kalian inginkan apabila kewajiban telah kalian lakukan. Tuntut! Tuntut sampai akhir nafas kalian! Jangan pernah biarkan para perampas mengambil kebebasan kalian!
Kalian bukan jelata! Kalian bukan minoritas!
Kalian sama dengan mereka, Kawan. Kalian sama berharganya.
Dari aku dan kalianlah kuharapkan ada perubahan kecil yang berarti dalam dunia ini.
-Pemberontak ketidakadilan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar