Aku percaya Tuhan, dan aku percaya akan jodoh.
Akupun mengerti bahwa kita merupakan bagian dari catatan rahasia nan agung itu.
Tentang dirimu, jodohmu.
Tentang diriku, jodohku.
Aku hanya senoktah ketiadaan dari segala keagunganNya yang telah menciptakan Adam dan Hawa.
Yang lagi- lagi akupun hanya menjadi keturunan mereka yang entah keberapa.
Tapi aku bersyukur, Sang Maha penjamin jodoh di atas sana telah dengan rela mengenalkanku pada turunan Adam sepertimu.
Saat nanti, jika ternyata aku bukanlah jodohmu, kuharap aku tetap bisa tersenyum tanpa penyesalan. Bergumam syukur seraya mendoakanmu, dan mengukir senyuman untuk kekasihmu, yang seakan berkata : Beruntunglah Kau, mendapatkan lelaki sepertinya.
Tapi jika ternyata aku memang jodohmu, aku akan senantiasa memanjatkan doa untuk kita, untuk turunan- turunan kita selanjutnya, dan mengembangkan senyum untukmu, yang bermakna : Maha suci Allah, ternyata akulah hawamu.
Semarang, 25 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar