Kamis, 17 Februari 2011

ILUSI

“ Bangsat! “, teriakku pada seorang di hadapanku.

“ Kau, Kau benar- benar tak lebih dari sampah!”, aku mulai kehilangan kesabaran.

“ Manusia macam apa Kau ini?? “, aku mulai memberinya pertanyaan retorika dan dia mulai menangis.

“ Tangisan palsu!”, hardikku.

“ Percuma Kau teteskan ribuan air mata! Kau tetap hina! Tak lebih baik dari binatang! “
Dia menatapku ketakutan sambil tak henti- hentinya mengucurkan air mata.

“ Kau bilang Kau wanita baik- baik? Hah? Lalu apa yang telah Kau perbuat??”
Dia diam seperti sedang berpikir keras atas jawaban dari pertanyaanku, sambil masih tetap terisak menangis.

“ Semua yang dikatakan orang adalah bohong bahwa mereka percaya Kau wanita baik- baik! “
Dia kehabisan air mata.

“ Jawab!! Apakah Kau tak punya cukup jawaban atas pertanyaanku?? “
Dia terdiam sambil menatapku dengan matanya yang merah semerah bata akibat kucuran air matanya.

“ Kenapa masih diam?? “
Aku kehilangan kesabaran, dan melayanglah kepalan tanganku padanya.

Praaannggg…! Seketika, hancurlah berkeping- keping kaca di hadapanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar