Sabtu, 19 Februari 2011

Tentang Kita

Kepalaku dan kepalamu itu sama kerasnya, Sayang.
Saat Kau berteriak, akupun tak mau kalah berteriak.
Apalagi saat Kau diam tanpa kata, tak segan pula kututup rapat mulut ini tanpa suara.

Pikiranku dan pikiranmu pun sama…
Saat Kau menerawang memikirkan sesuatu, secara ajaib aku dapat mengungkap apa yang Kau renungkan.

Dan satu lagi yang sama, Sayang.
Hati kita!
Saat hatimu membuncah penuh cinta dan gelora, akupun sama!
Seakan ingin meledak tanpa kendali dan permisi.
Menggebrak, menendang, dan menelan segala keterbatasan.

Aku masih milikmu, Sayangku…
-19/02-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar